Posts

Buntu

BUNTU Saya  buntu, saya sangat buntu. Tulisan tulisan makin tak bermutu, saya muat soal rindu, saya muat soal rasa yang candu  Saya buntu,  saya sangat buntu Saya bukan buruh, saya hanya butuh sesuatu yang baik dan jauh lebih menarik. Banyak dari kita yang lelah dan fokus dengan dunia yang metafora Aaarrgh anjlah* Alauddin Makassar Diana Rista D.T

Januari

Jujur saja aku sudah menutup kisahku 365 hari yang lalu Andaikan kamu tahu dalam benakku selalu ada dirimu  Nestapa enyanlah dari hidupku Untukmu yang seindah purnama jangan tinggalkan aku  Asahlah segala rasa yang ada Rindu yang semakin teramat berat Intuisiku akan menuntunmu kembali kepadaku 2 hati yang selalu melengkapi 0 rasa benci terhadap yang lain 2 jiwa yang akan menyatu 2 mata yang akan menatap masa depan  Alauddin Makassar Diana Rista D.T

Hati Yang kuat

Mencintai bukan sekadar mengatakan: Aku cinta Lalu ketika dia menolaknya kau langsung pasang raut kecewa Kemudian menulis berlembar-lembar puisi Puisi-puisi yang menitikan air mata tiada henti.   Mencintai bukan seperti itu.. Kau seharusnya tahu bahwa cinta yang mulia Adalah ketika dia memilih orang lain dan kau masih selalu membuatnya tertawa Adalah ketika kau selalu memberi rasa perhatian kepadanya, meski dia tidak perduli dengan hal itu. Adalah ketika dia bercerita mengenai kekasihnya di depanmu dan kau tersenyum sambil berkata:  Aku ikut bahagia mendengar hal itu. Padahal di lubuk hatimu sedang merintih menahan rasa sesak Dan kau pun meminjam beberapa butir air hujan untuk menyembunyikan air mata.   Apabila hatimu mulai tidak kuat menahan beban Lepaskan rindumu Biarkan ia mencari tempat yang pantas untuk berteduh dari kesepian Ingatlah bahwa kau akan menemukan cintamu meski kehilangannya   Namun jika tawanya masih terbayang olehmu Kau tidak perlu memaksa pik...

Di depan cermin

Di depan cermin:  wajah anggun itu akhirnya memperlihatkan diri. Cahaya rembulan yang masuk melalui kaca jendela kamarnya tiba-tiba mengajaknya pergi mempertemukan dirinya dengan sebingkai foto yang sempat dipotret oleh waktu. Bingkai itu menyimpan sekertas cerita tentang pelukan hangat dari seorang Ibu Pelukan itu selalu teringat ketika hatinya terbelenggu oleh rasa sunyi  dan menggigil kedinginan dihujam kesendirian.   Dan malam bukan lagi tempat yang ia tunggu Dahulu ia memang masih menyukai malam, setiap malam sebelum matanya diturunkan oleh rasa kantuk Ibunya selalu bercerita mengenai kisah seorang putri yang hidup sebatang kara di sebuah hutan meskipun begitu putri itu tidak pernah merasa kesepian ia selalu membayangkan wajah kedua orang tuanya yang tengah tersenyum melihat dirinya. Dia hidup dengan sederhana di rumah tua dan ditemani seekor burung kakak tua yang selalu menghibur hatinya untuk tertawa.   Dan dia pun tersadar beberapa saat kemudia...

Dasar Gila!!!

 Dasar Gila!!!! Aku tertawa kau bilang,”Dasar gila.” Aku menangis kau bilang juga, “Dasar gila” Aku diam kau bilang, “Dasar gila.” Aku berbicara, masih kau bilang, “Dasar gila.” Lalu kapan kau anggap aku tak gila? Balasmu, “Setelah kau keluar dari rumah sakit jiwa.” Kemudian  aku pun keluar dari rumah sakit Tetapi kau malah meneriakiku, “Orang gila lepas!!!” Lagi-lagi kata gila yang kau sebut Kapan kau akan bisa waras? Padahal aku tertawa karena melihatmu masih bisa bermain sambil tertawa Dan tangisku juga karena melihat keadaanmu yang menjadi pasien penyakit jiwa Diamku juga memikirkan nasib keluargamu Dan aku berbicara untuk memberitahumu sesuatu Bahwa kau gila karena selalu mengatakan orang sekitarmu dengan kata “Dasar gila”. Diana Rista D.T  

Terabaikan

Terabaikan Diam bukan berarti bisu Ruang yang ricuh dengan tawa membuatku enggan mengatakan “Aku sedang bahagia.” Tak selamanya tertawa itu bentuk ungkapan dari gembira Terkadang juga ada luka yang bersembunyi dibaliknya Dan aku terlalu polos untuk mengenal canda Ditambah lagi, kau suka memilah-milah wajah jika mencari tokoh jenaka. Kau pikir tertawa itu, apa? Serendah itu cara berpikirmu mengenai canda.   Maaf, jika aku bukan tokoh yang kau inginkan Karena aku tak sedang  bermain peran Inilah aku, bukan dia yang selalu kau banggakan dengan humorisnya Jika dia yang  selalu membuatmu gembira, kenapa ceritanya ke aku? Ceritamu itu yang ada hanya  akan menambah pundi-pundi luka. dalam diriku, meski aku selalu tersenyum mendengarnya.   Diana Rista D.T 04-12-2020

Perasaan Tanpa Hubungan

              PERASAAN TANPA HUBUNGAN Kita selalu berbisik-bisik jika ingin berbicara Merahasiakan segala hubungan kita ke dalam kotak misteri Tertutup rapat menyembunyikan perasaan Supaya tidak ada yang menyadari kita diam-diam menaruh janji. Ketika kita saling berbisik-bisik kecil di telinga kita melupakan kondisi Bahwa kita sedang berada di ruangan yang penuh oleh tawa kita malah asik menggelitiki telinga dengan suara lirih. Membuat orang sekitar menatap curiga dan seketika itu kita tertawa Bersembunyi ke dalam suasana canda Agar tidak ada yang mengetahui tentang kita  Diana Rista D.T Samata, 03 Desember